6 Masalah Keramik Paling Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya

6 Masalah Keramik Paling Sering dan Cara Mengatasinya | Lantai keramik memang pilihan terbaik untuk kondisi di Indonesia. Selain mudah dibersihkan, lantai keramik juga dapat menyesuaikan dengan keadaan cuaca. Ketika cuaca sedang panas, gerah, atau sumuk, lantai keramik bisa menjadi tempat yang menyejukkan.

membersihkan-nat-keramik-kotor

Meski demikian, penggunaan keramik sebagai lantai rumah kita bukan tanpa masalah. Ada beberapa masalah atau keluhan terkait dengan lantai keramik ini.

 

6 Masalah Keramik

Nah, berikut ini adalah beberapa masalah yang sering dihadapi oleh pengguna lantai keramik.

1. Keramik Gumpil/Retak

Keramik retak atau gumpil biasanya sering kali terjadi pada saat proses pemasangan keramik. Interaksi aktivitas yang berlebihan antara tukang cat, tukang listrik, atau tukang yang lain dapat merusak permukaan keramik.

Nah, bagaimana cara mengatasinya?  Cukup mudah! Anda hanya perlu menutupi atau melindungi permukaan keramik yang baru terpasang dengan tripleks atau karton agar tidak terinjak orang yang hendak melintasi area tersebut.

Baca juga: Cara Memperbaiki Lantai Keramik yang Retak dan Terkelupas

 

2. Nat Kotor

Nat kotor biasanya disebabkan oleh banyak faktor, seperti permukaan tidak langsung dibersihkan setelah tahap pengisian grout atau nat tidak terisi dengan sempurna, sehingga terjadi penumpukan kotoran pada tempat yang kosong.

Untuk menghindari hal ini, caranya adalah dengan membersihkan permukaan keramik segera setelah pengaplikasian grout selesai.

Jika nat telanjur kotor, bagaimana cara mengatasinya? Anda bisa menggosok nat dengan sikat gigi yang sudah diberi cairan pembersih khusus atau campuran air dengan cairan pemutih. Ada baiknya Anda mencoba terlebih dahulu pada lantai yang tidak begitu terlihat, terutama jika yang anda pakai nat berwarna.

 

3. Keramik Lepas

Kita mungkin sering menjumpai satu, dua, atau lebih keramik yang lepas. Masalah ini biasanya timbul jika keramik tidak direndam air atau waktu merendamnya kurang lama. Hal ini juga bisa disebabkan adukannya mengandung terlalu banyak atau terlalu sedikit semen.

Untuk mencegahnya, pastikan keramik telah direndam dalam waktu yang cukup lama sebelum dipasang, dan pastikan juga adukan semen telah sesuai komposisinya.

Selain itu, pastikan juga tidak ada rongga yang terbentuk saat pemasangan keramik dilakukan.

 

4. Keramik Mencuat

Faktor pemicu terjadinya keramik mencuat ke atas adalah pergerakan struktur bangunan (fondasi turun) atau terjadi perbedaan thermal expansion antara keramik dan lapisan di bawahnya.

Hal ini dapat dicegah dengan memasang keramik hanya pada saat fondasi bangunan sudah cukup stabil serta merendam keramik yang akan dipasang sesuai dengan petunjuk durasinya. Perendaman merupakan tahap penting yang tidak boleh dilewatkan untuk merendam thermal expansion antara keramik dan lapisan di bawahnya.

 

5. Bercak di Permukaan Keramik

Bercak bisa timbul karena efflorescence yang berasal dari keramik itu sendiri atau lapisan di bawahnya. Hal ini biasa terjadi pada keramik yang tidak berglasur.

Efflorescence adalah noda berupa bubuk putih yang muncul ke permukaan keramik setelah air pada garam yang larut dalam air menguap.

satu-satunya cara untuk menghilangkan efflorescence adalah dengan melakukan pembersihan berulang kali sampai larutan larutan garam tidak meninggal noda pada permukaan keramik. Pastikan keramik dan bagian bawahnya kering dengan sempurna.

 

6. Keramik Tidak Terpasang Sempurna

Penyebab utama keramik tidak terpasang dengan sempurna adalah karena kurangnya pengawasan pada kerataan lapisan di bawahnya atau tidak sengaja terinjak saat proses pemasangan berlansung.

Cara paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah mengingatkan pemborong atau tukang bangunan untuk memperhatikan kesempurnaan pekerjaannya.

 

Nah, untuk saat ini, mungkin itu saja yang bisa saya tulis dan sampaikan kepada pembaca sekalian. Ini hanya sebatas gambaran sederhana tentang beberapa masalah yang terjadi pada keramik. Selain masalah-masalah di atas, mungkin masih banyak masalah-masalah lainnya yang perlu diperhatikan.

Untuk itu, ada baiknya jika Anda juga mencari info-info tambahan agar masalah-masalah terkait keramik rumah Anda dapat dihindari atau dicegah sejak dini.

Ok, semoga bermanfaat dan selamat beraktivitas. Jangan lupa, silakan like atau share artikel ini. Terima kasih telah berkunjung.

Daftar Istilah:

cara membersihkan keramik yang baru dipasang, cara membersihkan lantai keramik yang baru dipasang, cara menghilangkan bekas semen di keramik, cara membersihkan lantai granit yang baru dipasang, cara menghilangkan bekas semen pada keramik, cara menghilangkan noda semen pada keramik, cara menghilangkan bekas semen, cara menghilangkan semen di keramik, cara membersihkan keramik dari semen, cara menghilangkan semen pada keramik, membersihkan keramik yang baru dipasang, cara menghilangkan noda semen di keramik, membersihkan keramik setelah dipasang, cara membersihkan lantai keramik dari noda cat, cara menghilangkan bekas semen di lantai, cara membersihkan semen di keramik, cara membersihkan semen pada keramik, menghilangkan bekas semen di keramik, cara menghilangkan bekas semen dikeramik, cara membersihkan bekas semen di keramik, cara menghilangkan semen di lantai, obat untuk membongkar keramik, cara membersihkan noda semen pada keramik, Cara membersihkan keramik bekas semen, membersihkan keramik dari semen, cara menghilangkan bekas semen di kramik, cara menghilangkan cat di keramik, cara melepas keramik yang sudah terpasang, cara menghilangkan bekas cat di lantai, cara membersihkan bekas semen pada keramik



3 Comments

  1. irsya rikat

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf ya! Kalo benar2 butuh, kontak kami!