Cara Memilih Daging Sapi yang Baik, Segar, Sehat dan Cara Menyimpannya agar Awet

Cara Memilih Daging Sapi | Salah satu bahan makanan yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia dan paling banyak pula varian olahannya adalah daging, terutama daging sapi. Makanan dari olahan daging rasanya memang sangat maknyus.

Gambar Memilih Daging Sapi yang Baik Segar Sehat

Untuk mendapatkan olahan yang baik dan rasanya enak, maka daging sapi yang digunakan juga harus baik, segar, dan sehat. Sebab, daging yang rusak atau kurang baik, akan menghasilkan olahan yang kurang baik juga. Sebaliknya, daging yang baik, segar, dan sehat pastinya juga akan menghasilkan olahan yang baik dan sehat pula.

Karena itu, untuk dapat membedakan antara daging sapi yang buruk atau rusak dan daging sapi yang baik, segar, dan sehat, berikut ini kami sajikan beberapa ciri daging rusak dan daging yang baik.

 

Ciri Daging Sapi yang Rusak

Daging yang rusak atau busuk tentu tidak baik untuk dikonsumsi, baik bagi kesehatan maupun pertumbuhan tubuh. Mengonsumsi daging rusak apalagi sudah busuk hanya akan mendatangkan penyakit. Karena itu, sebelum membeli daging, ada baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri daging yang rusak atau busuk. Kita harus memastikan bahwa daging yang kita beli bukan daging yang sudah rusak. Bukankah kita tidak ingin mengundang penyakit datang dan menimpa keluarga kita?

Nah, berikut ini adalah beberapa ciri utama daging sapi yang sudah rusak dan tidak layak dikonsumsi:

1.  Baunya busuk

Ciri utama dari daging yang sudah rusak adalah baunya yang busuk, tengik, dan bau tidak sedap lainnya. Ini tidak hanya berlaku pada daging sapi, tetapi juga berlaku pada semua daging, baik daging ayam, kambing, domba, dan sebagainya. Jika Anda mendapati penjual yang menjual daging yang berbau busuk, sebaiknya Anda tinggal dia dan carilah penjual lainnya.

 

2.  Teksturnya licin

Ciri lain dari daging sapi yang sudah rusak adalah teksturnya licin. Sebelum Anda membeli daging sapi, sebaiknya ada pegang terlebih dahulu daging sapi tersebut. Coba rasakan apakah tekstur daging tersebut ternyata licin dan agak keras atau sangat lembek, maka dapat dipastikan daging tersebut rusak. Tekstur yang licin pada permukaan daging menandakan bahwa bakteri telah berkembang biak pada daging tersebut. Pergi dan carilah daging sapi yang lain.

 

3.  Ciri lainnya

Selain dua ciri utama di atas, daging yang busuk atau rusak juga memiliki ciri lainnya yang wajib Anda ketahui. Di antaranya adalah warna daging tampak kebiruan, lemak sudah lembek, berlendir, dan dikerubungi lalat.

Selain itu, Anda juga dapat mengenali daging busuk dan tidak sehat dari tempat penjualannya. Jika Anda mendapati tempat penjualan daging sapi yang sangat kotor, Anda patut curiga dengan daging yang dijualnya. Hal ini memang bukanlah suatu kepastian, tetapi demi kehati-hatian, alangkah baiknya jika Anda pindah ke penjual lain yang tempatnya lebih bersih dan higienis. Itu lebih menjamin kesegaran dan kesehatan daging sapi yang dijualnya.

Itulah beberapa ciri daging sapi yang sudah rusak atau busuk yang harus Anda ketahui, sehingga Anda tidak terjebak telah membeli daging yang rusak tersebut.

 

Ciri Daging Sapi yang Baik dan Sehat

Sebelumnya, telah dibahas tentang ciri-ciri daging sapi yang sudah rusak atau busuk dan harus Anda hindari. Berikutnya, ada baiknya bila Anda juga mengenal ciri daging sapi yang masih baik, segar, sehat, dan sangat layak untuk dikonsumsi oleh Anda dan keluarga tercinta Anda.

  1. Warna alami daging sapi yang segar dan sehat adalah merah terang dan lemaknya berwarna kekuningan.
  2. Tekstur daging masih kenyal dan padat, tetapi tidak keras, juga tidak sangat lembek.
  3. Daging sapi asli biasanya dijual dengan cara digantung. Ini juga menunjukkan bahwa daging sapi tersebut masih baru dan segar.
  4. Daging sapi yang sehat memiliki bau yang khas. Jika Anda mendapati daging sapi yang busuk, itu pertanda daging tersebut tidak sehat dan tidak layak dikonsumsi. Namun, jika Anda mendapati daging sapi tersebut beraroma parfum burberies, itu pertanda sapinya kekinian, hahaha (khusus yang ini, becanda aja, jangan dianggap serius, hehe).
  5. Seratnya halus dan sedikit berlemak dan warnanya agak kuning. Tetapi ingat pada ciri daging busuk tadi, lemaknya tidak lembek. Jika lemaknya sudah lembek, sebaiknya Anda cari penjual lainnya.
  6. Jika memungkinkan, Anda dapat menanyakan cap rumah potong hewan (RPH) pada penjualnya. Cap ini menunjukkan bahwa daging sapi tersebut berasal dari sapi yang sehat, layak potong, dan disembelih dengan cara yang baik dan benar.

 

Tips Memilih Daging yang Sehat dan Layak Dikonsumsi

Berdasarkan beberapa ciri daging rusak atau busuk dan ciri daging yang baik, segar, sehat, dan layak dikonsumsi di atas, maka tips untuk mendapatkan daging yang baik dan sehat adalah sebagai berikut:

  1. Jika Anda sudah mempunyai langganan penjual daging sapi yang menurut Anda bagus, sebaiknya Anda mendatanginya dan tidak mencoba untuk pindah ke lain hati, eh lain penjual maksudnya.
  2. Kenali ciri perbedaan daging sapi yang rusak dan daging sapi yang sehat. Ini sangat bermanfaat saat penjual daging sapi langganan Anda sedang tidak berjualan sedangkan Anda sangat membutuhkannya. Baca lagi ciri daging sapi yang rusak dan juga daging sapi yang bagus di atas.
  3. Jika Anda baru pindah ke suatu tempat dan Anda belum mengenal tempat penjualan daging sapi yang sehat, tidak ada salahnya jika Anda bertanya kepada tetangga baru Anda. Itung-itung juga sebagai basabasi perkenalan dengan tetangga tersebut.
  4. Jika Anda masih juga ragu, solusi terakhirnya adalah tunda untuk sementara waktu keinginan Anda untuk memasak daging sapi.

 

Cara Menyimpan Daging yang Baik

Perbedaan daging yang rusak/busuk dan baik serta segar Anda sudah mengetahuinya, begitu juga dengan tips memilih daging yang baik, segar, dan sehat. Selanjutnya, bagaimana jika ternyata daging sapi yang Anda beli ternyata terlalu banyak dan tidak habis dalam sekali masak? Menyimpannya! Ya, benar, Anda dapat menyimpannya dan memasaknya lagi di lain hari.

Tetapi, bagaimana cara menyimpan daging sapi yang baik dan benar, sehingga daging menjadi awet dan kualitasnya tetap baik? Berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan.

  1. Pertama-tama, pastikan terlebih dahulu bahwa daging yang hendak Anda simpan adalah daging sapi yang masih segar. Tidak ada gunanya Anda menyimpan daging yang sudah rusak atau busuk, hanya akan mengundang penyakit.
  2. Cuci tangan Anda hingga bersih sebelum memegang daging sapi yang akan disimpan. Begitu juga, cuci peralatan yang mau dipakai untuk memotong maupun menyimpan daging, seperti pisau, nampan, maupun telenan. Baca: Cara membersihkan telenan dari plastik dan kayu.
  3. Berbeda dengan daging ayam, ikan, dan seafood, daging merah seperti daging sapi dan kambing, sebaiknya tidak dicuci. Sebab, jika daging sapi menyerap banyak air sebelum disimpan akan membuat tekstur dagingnya agak keras/alot dan rasa khas dagingnya akan berubah.
  4. Jangan menyimpan daging dengan potongan besar. Akan lebih baik jika daging sapi disimpan dalam keadaan sudah terpotong-potong kecil. Hal ini bertujuan agar proses pengawetan berjalan lebih cepat dan lebih bagus.
  5. Simpan daging sapi mentah dalam wadah tertutup rapat. Anda dapat menggunakan plastik kedap udara atau tempat khusus untuk menyimpan daging, seperti vacuum packed dan sebagainya.
  6. Jika semua hal tersebut sudah Anda lakukan, selanjutnya Anda dapat menyimpan daging sapi ke dalam freezer dengan suhu tertentu. Suhu terbaik untuk menyimpan daging adalah minus 18 derajat celsius. Daging sapi yang disimpan di freezer dengan suhu yang tepat dapat bertahan hingga 3 – 4 bulan.

 

Sekarang Anda sudah mendapatkan ulasan lengkap cara memilih daging sapi yang baik dan segar serta cara menyimpannya agar awet dan tahan lama. Selanjutnya, Anda tinggal praktikkan di rumah dan menikmati hasilnya. Jangan lupa juga, bagikan artikel ini kepada keluarga, teman, rekan, maupun sahabat Anda, sehingga mereka pun dapat mengetahuinya.

Daftar Istilah:

Ciri2 daging sehat yg masih layak
Cara Memilih Daging Sapi yang Baik, Segar, Sehat dan Cara Menyimpannya agar Awet | Geulis | 4.5
error: Maaf ya! Kalo benar2 butuh, kontak kami!